Rabu, 29 Oktober 2014

Pajak Berbisnis Online


                Sekarang, orang banyak menggeluti bisnis online. Era digital yang memberikan kemudahan akses dan jaringan membuat orang ingin memanfaatkannya untuk menjemput rejeki. Tak usah repot lagi membuka toko yang notabene biayanya besar. Sekarang, penghasilan orang berbisnis online pun, rata-rata sudah banyak yang mencapai minimal enam digit. Ehm, sudah hampir mau setahun berbisnis online, saya baru sadar kalau punya kewajiban membayar pajak. Bagaimana dengan Anda?

                Layaknya pebisnis UKM atau unit usaha lain, orang yang berbisnis online juga dikenai pajak lho! Mentang-mentang tidak terlihat nyata bisnisnya di jalan atau di pasar, jadi lupa dengan kata “pajak” ini. Penghitungan pajaknya sama seperti UKM atau unit usaha lainnya. Jika omzet tidak melebihi 4,8 milyar maka akan dikenakan pajak seesar 1% dari omzetnya. Bisa dibayarkan tiap bulan atau di akhir tahun asalkan pencatatannya benar. Demikian ulasan Zeti Arina, seorang konsultan pajak sekaligus ketua IKPI (Ikatan Konsultan Pajak Indonesia) Jatim.

                Sebagian besar, pelaku bisnis online adalah ibu rumah tangga. Mereka menekuni bisnis ini sebagai aktualisasi diri dan memang untuk mengumpulkan pundi-pundi, sebagai salah satu tujuannya. Kebanyakan dari mereka tidak mempunyai NPWP. Sedangkan membayar pajak harus mempunyai NPWP ini. Bagaimana dong? Tenang. Pembayaran pajak bisa menggunakan NPWP suami. Dan memang begitu aturannya.

             Zeti menambahkan, bahwa untuk membayar pajak hasil dari berbisnis online bisa dilakukan dengan datang langsung ke bank. Tentu saja harus membawa surat setoran pajak agar tak salah pencatatan di banknya. Yang membayarkan bisa siapa saja, asal ada NPWP tadi.


           Ehm, mudah bukan untuk membayar pajak dari hasil bisnis online. Yuk, kita tunaikan kewajiban pajak ini untuk kebaikan kita dan negeri ini!

Bermain Teater Bagus untuk Kesuksesan Bisnis


                Ayo, siapa yang dulu pernah ikut kegiatan ektrakurikuler atau sanggar teater? Apakah yang Anda rasakan setelah mengikutinya? Bisa main teater? Jelas itu! Bisa dapat penghasilan dari main teater? Pastilah!

                Namun, bagi Muri Handayani atau akrab dipanggil Hani, ada sisi positif lain dari bermain teater. Perempuan yang semasa kuliahnya dulu pernah nyemplung dan aktif di Kloset Bulu (Komunitas Seniman Budi Luhur) ini merasakan manfaat lain dari aktivitasnya ini. Ketika bermain teater, pemain harus bisa bekerja sama dengan pemain lain agar tercipta seni yang bagus. Selain itu, pemain diminta untuk percaya diri tampil di depan umum. Yang membuat semangat lagi, dalam komunitas tersebut, Hani dituntut untuk bisa menjalin komunikasi yang baik antar anggota. Dari bekal inilah Hani pun mengerti bagaimana mengelola organisasi.

                Lantas, apa pengaruhnya dengan bisnis yang dijalani Hani hingga saat ini? Ada. Bagaimana Hani bisa mengajak 500 orang untuk bergabung dengan bisnis fashionnya sebagai agen dan distributor? Semua tak lepas dari kepiawaian Hani menjalin komunikasi dan membina hubungan kerja sama.  Bagaimana Sekolah Bisnis Online (SBO) yang dirintisnya bisa meluluskan banyak alumni? Semua juga karena kepercayaan diri Hani yang senantiasa tumbuh untuk semangat berbagi. Tak khayal jika Bussiness Online Coach adalah profesinya kini. Hani tampil memukau dan percaya diri.

                Kemampuan Hani mengelola jaringan di Razha dan tim di SBO didapatkan salah satunya dari keseriusannya dulu mempelajari teater. Tak ada yang sia-sia. Peserta SBO yang diajar Hani mendapatkan cara penyampaian materi yang nendang dan mudah dipahami. Agen dan distributor RaZha sudah tersebar ke 10 negara.


                Wow! Keren, ya! Selagi muda atau kuliah mengaktifkan diri dalam kegiatan mahasiswa tidak ada salahnya. Apa yang dipelajari di teater rupanya bisa membawa dampak positif dalam berbisnis. Ketika bekal cukup, maka bisnis akan mudah dijalani. Hani sudah memberi bukti.  

Buku Ajaib Peraih Mimpi


                Hidup memang harus punya mimpi besar. Pahlawan Indonesia zaman dulu pun mempunyainya. Dengan berbagai perencanaan dan strategi akhirnya kemerdekaan bangsa yang menjadi impian bisa terwujud. Aksi yang memukai dari para pahlawan memang layak untuk dikenang.

                Dalam bisnis juga harus mempunyai mimpi yang besar. Hani, sapaan Muri Handayani merajut terus mimpi ini. Namun, apalah artinya mimpi tanpa aksi. Dan bagaimana mungkin aksi tanpa rencana dan strategi. Hani, merancang mimpi bisnisnya dalam sebuah action plan yang rinci. Ditaruh di meja kerjanya agar semakin menyemangati. Berbentuk seperti kalender duduk, buku “action plan” yang dimiliki Hani awalanya sebagai pribadi pebisnis memang tokcer sebagai bahan bakar untuk mengejar mimpi.

                Terbukti, dari target awal Hani memiliki 1000 agen RaZha, selama 3 tahun agen yang dimilikinya sudah mencapai 500. Buku tersebut memang bukan buku bacaan, namun buku yang berisi perencanaan kerja bisnis selama setahun, lalu didetailkan lagi dalam bulanan, mingguan, dan harian. Semakin detail tentunya akan semakin terukur. Aksi akan mudah dijalankan, tentunya.

             Buku ajaib ini sengaja diciptakan Hani. Full color dengan jumlah halaman sebanyak 51. Akan segera dilaunching awal November mendatang. Dari penjualan buku “action plan” ini akan disisihkan donasi senilai Rp10.000,00 untuk disumbangkan ke penderita Atresia Bilier.

        Apakah buku tersebut hanya cocok untuk pebisnis seperti Hani? Tidak! Siapa saja bisa menggunakannya. Sales, tim marketing, bagian produksi pun bisa menggunakannya. Bahkan seorang kepala rumah tangga, dipakai untuk merancang menabung dana pendidikan anak, dsb. Ibu rumah tangga yang ingin bisa membaca buku dengan rutin, buku ajaib ini bisa sangat membantu.


                Buku “action plan” tak menjadi ajaib jika pemiliknya tak berlatih untuk konsisten,komitmen, dan terus belajar. Buku tersebut hanya akan menjadi pajangan. Meniru semangat Hani dan buku ajaibnya, mimpi besar akan tercapai dengan gemilang.

Selasa, 28 Oktober 2014

Semangat Kesungguhan dalam Bisnis


                Ingin punya rumah, maka harus sungguh-sungguh bekerja. Ingin memiliki tubuh langsing, maka harus sungguh-sungguh diet. Ingin berbisnis sukses, maka harus ada kesungguhan memulai dan komitmen menjalankan apa yang sudah dirancang.

                Muri Handayani, juga menerapkan prinsip ini. Bisnisnya bisa mengantongi kesuksesan karena kesungguhan mengelola dan tekun berusaha. Sebagai ibu rumah tangga, Hani tak pernah sungkan dan malu untuk belajar meski ketika menghadiri seminar atau pelatihan senantiasa membawa anak-anaknya. Wajar, dengan kegigihannya tersebut, Hani berhasil menyabet juara2 SME (Smal Medium Entreprise) Telkom ITB dan juara 3 WPC (Inspiring Woman Preneur). Bisnisnya pun kini semakin dicari orang.  Sebagai lulusan Teknik Informatika, Hani merasa ilmunya sangat berguna bagi pengembangan bisnisnya. Sekolah Bisnis Online (SBO) yang dikelola Hani sudah meluluskan 388 siswa. Sedangkan bisnis hijab RaZha sudah memiliki 500 agen dan distributor. Ehm, sukses bukan?

                Siera Ngangi, sama halnya. Kesuksesan yang diraih dari Stefies House of Creativity dan KiwiKids Preschool & Kindergarten juga tak lepas dari kesungguhannya berusaha. SHOC berdiri ketika Siera Ngangi masih berusia 18 tahun dan masih kuliah. Berbekal modal dari pekerjaannya sebagai baby sitter di Canada semasa SMA dan pinjaman dari orang tua, SHOC bisa berkembang hingga saat ini. Awalnya, mengelola SHOC ini membutuhkan perjuangan yang sangat berat. Siera Ngangi rela disebut sebagai gadis rumahan karena jarang jalan bareng sama teman-temannya yang notabene pasti mengeluarkan uang. Siera Ngangi memilih untuk menabung dan menggunakan uang yang didapat dari mengajar tari untuk biaya kuliah. Hasilnya, SHOC dan KiwiKids Preschool & Kindergarten mampu memperoleh apresiasi positif dari customernya.


                Sungguh-sungguh kuncinya! Maka Hani dan Siera Ngangi sungguh telah mendapatkan hasilnya. Anda yang baru saja membuka dan menjalani bisnis, semangat kesungguhan harus tersemat dalam hati dan tindakan Anda. 

Senin, 27 Oktober 2014

Sehat Itu Mudah


                Apakah Anda pernah merasakan badan tak cukup berkompromi diajak beraktivitas? Meriang dan flu ringan saja rasanya sudah sangat mengganggu. Tidur tak nyaman, makan tak ada keinginan. Inginnya tidur-tiduran. Bagaimana yang sampai berebutan kamar di rumah sakit? Sakitnya tentu saja lebih parah menyerang badan.

                Padahal sehat itu mudah. Zeti Arina, perempuan lulusan Universitas Airlangga ini punya cara tersendiri agar tubuh tetap sehat. Mengingat Zeti sangat aktif dalam kesehariannya. Masalah pekerjaan yang cukup menyerap tenaga dan pikiran, urusan rumah tangga, dsb. Belum lagi profesinya sebagai dosen yang juga menuntutnya untuk senantiasa belajar. Lelah? Pasti. Namun ketika hal tersebut sebagai beban, maka yang terjadi adalah benar-benar lelah. Tentu saja sakit akan mudah menyerang.

                Zeti berkata,”Tips sehat saya yang pertama adalah menyenangi, mencintai pekerjaan saya!” Ketika sudah ada rasa cinta dalam jiwa terhadap aktivitas apapun yang dijalani setiap hari, yang terasa adalah kebahagiaan. Tidak ada stres. Dan kalau tidak stres, jiwa raga akan sehat. Masih banyak orang yang bingung dalam hidupnya mau mengerjakan apa, hingga stres melanda. Nah, ketika sudah dapat pekerjaannya, ya seharusnya disyukuri. Melakukannya sebagai hobi yang menyenangkan hati.

                Tips sehat berikutnya memang sewajarnya ada ruang waktu untuk melakukan olahraga. Jika tak bisa dilakukan di luar, di dalam rumah pun bisa. Sudah menjadi kebiasaan Zeti bergerak fisik justru di dalam rumah. Biar otot tak kaku dan tubuh tetap bugar. Zeti cukup bergerak melompat-lompat hingga keluar keringat.

                Dan tak kalah pentingnya adalah soal pola makan. Gampang saja, Zeti menjaga kesehatan tubuhnya dengan mengurangi konsumsi karbohidrat. Bisa obesitas. Kalau sudah obesitas, tubuh mudah sekali capek. Tak jadi beraktivitas, dong!


                Zeti Arina memperhatikan kesehatan dirinya dengan cara yang sangat mudah. Bagaimana dengan Anda?

Cek Omzet dan Bayarkan Pajaknya!

                
                Jumlah UKM (Usaha Kecil Menengah) di Indonesia ada 55,2 juta pada tahun 2013. Demikian berdasar data dari Kementrian Koperasi dan UKM. Namun, faktanya, justru sektor UKM lah yang paling sedikit kontribusinya dalam pembayaran pajak. Padahal niat pemerintah bagus. Agar UKM yang ada dari pajak yang dibayarkan bisa mengakses dana pinjaman modal dari bank. Agar UKM lebih membuka diri. Dan ini yang belum menyeluruh edukasinya. UKM membayar pajak asal-asalan bahkan tidak mau membayar karena merasa dirugikan. Disinilah dibutuhkan peran konsultan pajak. Mengedukasi pemilik UKM agar patuh pajak dengan menghitung secara benar.

         UKM hanya diminta membayar pajak sebesar 1% dari omzetnya. Mengapa dari omzet menghitungnya? Mengapa bukan dari keuntungan? Menurut pengalaman Zeti Arina, konsultan keuangan sekaligus dosen ini, pelaku UKM rata-rata tidak cukup kuat untuk melakukan pembukuan usahanya. Membayar bagian akuntansi saja sudah mahal, sedang modal terus berputar. Cara termudah menghitung pajak, ya, dari omzet tiap bulannya. Jika omzet kurang dari 4,8 milyar maka UKM wajib membayarkan pajak penghasilannya. Jika lebih dari itu, penghitungannya akan lain. Jenis pajak yang dikenakan juga berbeda. Omzet lebih dari 4,8 milyar tergolong seperti perusahaan. Pajak yang dikenakan adalah 25% dari keuntungan yang didapatkan. Inilah yang disebut dengan keuntungan kena pajak.

                Tentu, sosialisasi dan edukasi tentang pajak ini menjadi bagian pekerjaan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) yang dikomandani oleh Zeti. Bagaimanapun, UKM dan unit usaha lain harus tahu bahwa tak ada ruginya membayar pajak. Justru tidak membayar pajak atau membayar seenaknya saja akan dikenakan denda.

            Semua ada aturannya sendiri, termasuk pajak. Dan semuanya akan kembali dirasakan oleh pembayar pajak. Tak ada alasan lagi. Cek omzet, lalu bayarkan pajaknya!

Sabtu, 25 Oktober 2014

Hindari Bangkrut dengan Konsultan Pajak


                Semua orang yang berkecimpung dalam bisnis tentunya tidak ingin bangkrut. Termasuk UKM yang banyak digeluti masyarakat. Jangan sampai usaha baru saja berdiri, belum tumbuh matang atau sedang berkembang sudah mengalami kebangkrutan.

                “Saya tidak ingin melihat para pemilik UKM bangkrut gara-gara didenda petugas pajak!”

              Begitulah Zeti Arina, CEO Artha Raya Konsultan berkata. Sebagai konsultan pajak, Zeti tentu saja tak ingin hal tersebut menjadi kenyataan. Dengan memberikan edukasi kepada pemilik UKM secara gratis, Zeti berharap mereka paham bahwa membayar pajak sangat bermanfaat untuk usaha mereka. Pajak bukan hal yang tidak menyenangkan seperti yang dipikirkan masyarakat selama ini yang menganggap pajak adalah iuran paksaan dari negara. Padahal bukanlah demikian. Pajak bisa untuk menopang negara membangun jalan dan akses lainnya. Dan tentu saja ini juga sangat bermanfaat bagi pemilik UKM untuk melancarkan usahanya.

              Bagaimana membayar pajak bisa menyelamatkan usaha pemilik UKM? Setiap pemilik UKM wajib melakukan pencatatan terkait usahanya. Jika pencatatan salah, yang terjadi pemilik UKM akan didenda oleh petugas pajak. Apalagi selama ini pemerintah Indonesia meminta perusahaan atau pemilik UKM, bahkan perorangan untuk mencatat dan menghitung pajaknya sendiri. Maka, kesalahan pencatatan akan bisa berakibat fatal. Denda yang besar bisa dilayangkan pemerintah kepada pemilik usaha atau perorangan tersebut.

             Pemilik UKM jangan sampai bangkrut karenanya. Karena denda yang diminta petugas pajak bisa sangat besar. Nah, edukasi gratis yang diberikan Zeti bisa menjadi solusinya. Bagaimanapun, pemilik usaha kecil wajib tahu tentang pencatatan dan penghitungan pajak yang benar. Perempuan yang menjadi konsultan 100 lebih perusahaan asing ini tetap semangat memberikan edukasi ini. Entah lewat seminar, menulis buku, dsb. Pengalaman segudang yang dimiliki Zeti jangan sampai disia-siakan. Pemilik UKM terlebih lagi harus termotivasi menyerap dan mempraktikkan keilmuannya.


            Salah mencatat bisa bangkrut. Konsultan pajak bisa mengatasinya. Pemilik UKM jangan sungkan lagi, ya!

Berbisnis untuk Berbagi


                Mencari untung dan rejeki dari berbisnis? Itu sih wajar. Tapi berbisnis untuk berbagi? Ini baru luar biasa. Bisnis tak semata untuk mendulang laba, namun lebih dari itu harus mampu memberi tiket ke surga.

                Apa yang dijalani Muri Handayani atau Hani demikian halnya. Dengan mengusung tagline “We Love to Share”, Hani sadar betul bahwa berkecimpungnya dia di dunia bisnis harus bisa bermanfaat bagi yang lainnya terutama kaum perempuan. Menggawangi bisnis RaZha, sampai sekarang ini sudah tercatat ada 500 agen dan distributor. Hani berusaha melibatkan banyak perempuan dan mengajaknya untuk meraih kesuksesan bersama.

                Berbagi juga bisa diekspresikan dalam bentuk lain. Menjadi Online Bussines Coach adalah impian Hani yang sudah tercapai kini. Pertama di Indonesia. Hani rela mengajar dan mendampingi kaum perempuan khususnya ibu rumah tangga agar sukses mengelola bisnis onlinenya. Berbagi ilmu secara blak-blakkan kepada mereka dengan niat tulus justru menjadikan Hani senang. Kiat sukses Hani mengelola bisnis online hingga merambah ke mancanegara tak ketinggalan dia bahas.

                Zaman sekarang, mandiri secara finansial juga sangat dibutuhkan ibu rumah tangga. Bukan untuk gengsi-gengsian. Jika perempuan bisa mandiri, kesendatan masalah ekonomi bisa ditangani. Hani mampu menerka peluang ini. Menjadi pengajar adalah kesempatannya untuk berbagi selain ada rejeki dari aktivitasnya ini.

                Terbukti, Sekolah Bisnis Online yang dicetuskan sangat diminati. Hani sendiri yang mengajar. Nendang materinya, nendang pula cara penyampaiannya meski secara online. Niat berbagi ini pun dibarengi dengan kemudahan yang ditawarkan SBO. Biaya pendaftarannya bisa dicicil andai ibu rumah tangga yang ingin mengikutinya tidak bisa membayar tunai. Sebuah tawaran kemudahan yang menyenangkan. Peserta bisa tetap menyerap ilmunya. Hani pun bisa tetap mengajar.


                Niat berbagi lewat berbisnis tentunya akan menjadikan berkah atas bisnis itu sendiri. Jangan sekali-kali pelit! Berbisnis untuk berbagi akan melanggengkan bisnis itu sendiri.

Maaf, Slow Respond, Ya!


                Sering ya membaca tulisan judul di atas? Entah di status facebook atau status whatsapp atau BBM. Pertanda apakah gerangan? Ada yang sedang menyelesaikan tugas akhir kuliah, sakit, atau sedang repot mengurus anak. Yang terakhir ini biasanya dialami para ibu sehingga memantau media sosial atau HP nya dalam intensitas yang jarang.

                Termasuk Muri Handayani. Ibu dari Zhafran ini di tengah kesibukannya mengelola Sekolah Bisnis Online (SBO) dan bisnis hijabnya, ada kalanya memang terang-terangan menulis status di fb nya yang menyatakan bahwa hari itu “slow respond”. Seperti ketika anaknya akan belajar tentang pemadam kebakaran, perempuan yang kerap disapa dengan nama Hani ini tak lupa mengumumkannya.

                Apa maksudnya? Apakah berarti Hani tak serius mengelola bisnisnya? Tidak! Justru ini bagian dari keprofesionalitasnya mengelola bisnis onlinenya.  Dengan adanya pemberitahuan tersebut berarti Hani menunjukkan bahwa ada kesibukan lain yang tidak bisa ditunda, sehingga bisa mencegah adanya komplain dari customer karena responnya tidak segera mendapat jawaban.

                Pemberitahuan semacam ini juga mengindikasi bahwa begitulah seorang perempuan menjalankan perannya. Hani tidak lupa dengan profesi sebenarnya yaitu seorang ibu. Anak adalah bagian utama kehidupannya yang tidak bisa sembarangan mengurusnya. Ibu harus senantiasa ada jika anak membutuhkannya. Jangan sampai sedih melanda anak karena ibu tak peduli dengannya.

                Slow respond adalah pertanda. Hani, founder HS (Homeschooling) Muslim Bandung ini, ingin menyeimbangkan hidupnya. Bisnis melejit, waktu bersama anak juga tidak sedikit. Apalagi Hani mempunyai asisten sendiri yang turut mengawal SBO, maka jika ada pertanyaan bisa langsung kepada asistennya. Slow respond bisa teratasi dengan baik.

                Berbisnis dan menjadi mompreneur memang menyenangkan. Namun, menjadi seorang ibu juga anugerah yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Menjalankan dua peran bersamaan bukanlah hal yang gampang. Pemberitahuan “slow respond” juga akan menjadi nilai edukasi tersendiri, bahwa ibu tetaplah ibu yang takkan pernah bisa meninggalkan anak-anaknya.

                

Kamis, 23 Oktober 2014

Raja Harus Ingat Prajurit


                Jokowi dan Jusuf Kalla baru saja dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden negara ini. Ada banyak harapan masyarakat Indonesia bertumpu kepada keduanya. Mulai soal makan, pangan, dan pakaian. Tentunya, tak inginlah negara ini makin tak karuan keadaannya. Jokowi dan JK tak bisa main-main dalam hal ini. Semaksimal mungkin harus mampu membahagiakan masyarakat Indonesia ini lima tahun mendatang.

                Setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya. Tak ketinggalan pula Presiden dan Wakil Presiden Indonesia kali ini. Siapapun akan dimintai. Tak terkecuali pimpinan di level yang tidak sekelas presiden sekalipun. Anak Anda menjadi ketua kelas pun tak luput dari tanggung jawab ini.

           Zeti Arina, misalnya. Sebagai ketua IKPI, baginya ini adalah amanah yang besar. Organisasi bukanlah milik pribadi,meski beliau menjabat sebagai ketua. Sehingga, tak bisa seenaknya saja Zeti menjalankan perannya.  Bagaimanapun, Zeti memandang bahwa dirinya harus mengerti dan mempunyai cara bagaimana bisa memuaskan customernya. Yang paling terdekat tentunya anggota IKPI di bawah kepemimpinannya, sebelum jauh meluas ke masyarakat dan stake holder IKPI.

              Bagaimana cara Zeti Arina, perempuan berkacamata sekaligus konsultan pajak ini memberikan satisfaction kepada anggotanya di IKPI? Salah satu caranya adalah dengan tidak membela salah satu anggotanya yang sedang terlibat pertikaian. Yang namanya menjalankan organisasi tentu tak mulus jalannya. Ada kalanya perselisihan pendapat dan sudut pandang bisa memicu antar anggota tak tegur sapa. Pro dan kontra itu lumrah terjadi. Tinggal bagaimana menyiasati agar perbedaan tidak malah menjadikan organisasi berantakan. Musyawarah adalah solusinya.

           Zeti menambahkan, ketika posisi dirinya sebagai ketua IKPI bisa memberikan kepuasaan anggotanya, maka dukungan kepadanya untuk membawa organisasi maju akan semakin besar, Program-program yang dicanangkan dalam AD/ART akan mudah dilakukan.


                Pemimpin memang raja dalam strukturnya. Namun raja tetap harus memuaskan prajuritnya.

Selasa, 21 Oktober 2014

Segera Menyeberang, Maka Akan Aman


              Ini yang terjadi pada Muri Handayani, pencetus Sekolah Bisnis Online. Geliat bisnis online semakin meningkat dari hari ke hari. Yang belum punya website khusus jualan juga tak kurang akal. Media sosial seperti  Facebook dan Twitter akhirnya menjadi ladang jualan juga. Apapun medianya, bisnis online makin menjamur.

                Apakah semua orang sukses berjualan online? Belum tentu. Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang mengalami kerugian ketika berbisnis online. Bisa karena penipuan atau memasang harga yang terlalu tinggi, dsb.

                Mau dong omzet selalu meningkat? Ingin bukan jumlah pelanggan semakin bertambah dari hari ke hari? Tentunya, ada banyak upaya yang harus dilakukan. Marketing yang cantik sehingga mampu menggiring calon konsumen untuk membeli, packing yang menarik, foto produk yang tak asal-asalan, penentuan harga, dsb. Semuanya perlu diperhatikan.

                Kisah sukses Aulia Rahmadhani bisa dijadikan inspirasi. Di usianya yang masih muda,20 tahun, perempuan yang terjun di dunia bisnis online Zahira Hijab ini jutru mampu meraup keuntungan 3-4 kali lipat dari gaji pegawai kantoran.

                Nah, memadukan fakta antara kisah ketidaksuksesan dan keinginan sukses orang berjualan online, peluang inilah yang diambil Muri Handayani, alumnus Universitas Budi Luhur mencetuskan dan menggarap Sekolah Bisnis Online (SBO). Rupanya, kehadiran SBO mendapat sambutan yang luar biasa dari pelaku bisnis online. Sampai saat ini tercatat hampir 200 orang siswanya. Dari lulusan SBO ini banyak terpantau bahwa SBO sangat bermanfaat. Omzet bisnis online siswanya mengalami peningkatan.

                SBO menyajikan materi yang memang sangat dibutuhkan para pelaku bisnis online. Sehingga wajar, bahkan yang sudah melejit bisnis onlinenya pun masih mau ikut sekolah ini. Mencari ilmu memang tak cukup sekali. Untuk sukses berbisnis online juga tak cukup hanya mengandalkan pengalaman pribadi. Demikianlah pendapat seorang siswa SBO yang justru dengan mengikuti SBO,dirinya mendapatkan wawasan dan siap dipraktikkan.


                Muri Handayani cerdas menembak peluang. Perempuan ini pun mendapatkan hasilnya. SBO makin diminati orang. Siswanya tak hanya dari dalam negeri melainkan juga dari luar negeri. Melihat peluang dan mengambilnya bagaikan orang akan menyeberang jalan. Begitu jalanan lengang segera menyeberang. Aman, tanpa takut tertabrak lagi. Cepat mengambil peluang, keuntungan akan datang!

Luangkan Waktu Sibuk, Bukan Waktu Nganggur


                Semua orang hampir semuanya bekerja. Seorang suami bekerja mencari nafkah, istri bekerja  menjadi ibu yang baik, anak berusaha belajar semaksimal mungkin, dsb. Wajar jika akhirnya ada keletihan, kelelahan yang dialami. Lantas mereka berpikir,”Kapan ada waktu luang untuk nganggur tanpa diganggu kerjaan?”

                Istilahnya, kerja kok terus-terusan. Kapan bisa menikmati secangkir kopi atau bermain bola dengan asyik lagi, kalau tidak diluangkan waktunya? Benar juga, ya. Namun, bukankah hidup memang harus diisi dengan kerja?  Bukankah apa saja yang menjadi amanah akan senantiasa dimintai pertanggungjawabannya? Bukankah untuk mencapai cita-cita dan predikat baik memang harus dengan berusaha sungguh-sungguh?

                Jadi, bagaimana dong? Apakah tak boleh meluangkan waktu nganggur untuk sekedar melepas penat? Ehm, istirahat, bersenang-senang untuk menikmati hidup tanpa beban memang sebuah kebutuhan. Namun, yang namanya butuh, jika sudah terpenuhi ada kalanya malah meminta lebih. Setelah liburan panjang misalkan. Ketika semuanya harus kembali bekerja yang muncul adalah sikap malas. Kok liburan cepat amat selesai? Ada kalanya orang malah ada yang ijin untuk tidak bekerja. Tanggung, masih enak kumpul dan bersendau gurau dengan keluarga.

                Zeti Arina, ketua IKPI Jatim, memandang hidup itu berbeda. Karena hidup memang penuh amanah, maka yang harus ada dalam benaknya adalah bagaimana seharusnya hidup itu meluangkan waktu sibuk, bukan waktu nganggur. Ketika meluangkan waktu nganggur,yang terjadi adalah waktunya habis akan mencari lagi. Kalau seperti itu terus kapan bekerjanya? Sedangkan jika seseorang meluangkan waktu sibuk, ketika masa istirahatnya sudah selesai, dia segera ingat dan bergegas bahwa amanahnya masih menumpuk. Bahwa masih banyak target yang harus diselesaikan.

                Zeti menambahkan, bahwa amanahnya sebagai ketua IKPI Jatim, bukanlah amanah yang ringan. Dia memang harus meluangkan waktu sibuk agar bisa membawa IKPI menjadi organisasi yang professional dan bermanfaat bagi anggota, masyarakat, dan negara. Komitmen ini harus dijaga. Amanah ini takkan tercapai jika dirinya justru meluangkan waktu untuk nganggur.

                Meluangkan waktu untuk sibuk bukan berarti tidak istirahat. Namun, dalam istirahatnya seseorang akan ingat bahwa porsi waktu sibuk harus ditambah agar hidup benar-benar sesuai dengan yang diharapkan. Meluangkan waktu nganggur justru akan memberi kesempatan seseorang membuang waktu. Pencuri waktu akan menggodanya terus-menerus. Sesampai di kantor yang terlintas bukan segera bekerja, namun masih sempat berkata,”Ah,nge-teh dulu ah!” Bahkan semakin asyik seseorang meluangkan waktu nganggur, dia menjadi tidak peka kapan dan untuk apa waktunya terbuang.


                Meluangkan waktu sibuk bukan berarti workaholic. Hanya ingin kembali pada prinsip. Hidup ya bekerja. Hidup tak bisa enak-enakan duduk asyik di kursi goyang saja. Apalagi amanah akan terus mengejar tanpa henti. Istirahat secukupnya, sibuk sudah sewajarnya.

Senin, 20 Oktober 2014

Bisnis Eksis dengan Jejaring


                Sendiri itu tak bisa berbuat apa-apa. Sendiri itu nol! Tidak sendiri, sebaliknya. Yang tidak bisa malah jadi bisa. Apa jadinya orang ingin memasang kaca jendela tanpa bantuan tukang kaca? Apa jadinya sekolah ingin maju tapi tak pernah memberikan kesempatan gurunya untuk menimba ilmu di luar sekolah?

                Apalagi bisnis. Tak bisa berdiri sendiri tanpa membangun jejaring. Bahkan ini adalah sebuah keniscayaan,hal yang tak bisa dihindari. Dengan adanya jejaring, sangat memungkinkan sebuah bisnis berkembang dengan lebih pesat. Bahkan strategi pemasaran sekalipun bisa dijalankan melalui jejaring ini. Kebutuhan pasar malah bisa ditangkap melalui jejaring ini.

                Jejaring tak dibatasi wilayah. Mau lokal atau nasional, bahkan internasional, boleh-boleh saja. Memperluas jejaring akan memudahkan bisnis cepat tersiar, dan ujung-ujungnya akan menuai kesuksesan. HYPERNET tak main-main pula soal jejaring ini. Ketika awal berdiri, HYPERNET hanya merangkul mahasiswa untuk menikmati produknya. Kini, dari pelanggan HYPERNET dulu sudah menjadi professional di bidang TI. Dan siapa sangka, dari pelanggan lama inilah HYPERNET malah dibutuhkan di perusahaan mereka.

                Tanpa jejaring, bisnis akan melempem. Susah berkembang dan akhirnya stagnan. Memperluas jejaring sama artinya menanam untung dan kesuksesan. Takkan sia-sia. Buktinya,HYPERNET dengan CEO nya Sudianto Oe, mampu menyediakan excellent service kepada pelanggan. Tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

           Tanpa jejaring, bisnis akan berjalan di tempat. Tak banyak khalayak yang mengetahui keberadaannya. Jangan-jangan seperti itu. Lebih parah lagi kalau begitu. Kalau dikenal saja tidak,bagaimana akan diminati orang. Kalau tidak diminati orang, bagaimana bisnis akan melejit untungnya. Rugi, malah bisa jadi.


                Jejaring bisnis untuk eksistensi bisnis itu sendiri. Dengannya bisnis akan berbuah manis. Jejaring mampu mendekatkan pelaku bisnis dengan calon konsumen dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan pelaku bisnis yang bekerja sendirian.

                   Bisnis punya jejaring yang luas, hasilnya memberi puas.Bisnis eksis dan berkibar manis!

Jangan Sampai Salah Meja Rapatnya


                Ingat dong dengan Ical? Penguasa dari Golkar yang mempunyai perusahaan Bakrie Group? Beberapa tahun terakhir ini, Ical makin tak eksis namanya di daftar orang terkaya di dunia maupun di Indonesia. Namanya terdepak perlahan-lahan. Dikabarkan bisnis keluarga Ical ini mengalami penurunan bahkan dirundung kebangkrutan. Utang anak usahanya menumpuk dan membuat Ical kelabakan.

                Bisnis keluarga memang memerlukan komitmen tinggi. Maksudnya, bagaimana seorang penguasa bisa memisahkan permasalahan bisnis dan permasalahan keluarga. Khawatirnya, pernak-pernik masalah keluarga mengganggu profesionalitas kerja. Atau sebaliknya, masalah bisnis malah menghancurkan hubungan kekeluargaan. Mulanya baik-baik saja, eh, karena kesalahpahaman sedikit merembet persoalannya ke keluarga,sampai-sampai tali silaturahmi putus. Wah, gawat kalau sampai begitu!

                HYPERNET, salah satu Internet Service Provider di Indonesia juga merupakan bisnis keluarga. Meski demikian, dari tahun ke tahun, HYPERNET justru semakin berkibar. Beberapa kali pertunjukan-pertunjukan kelas nasional menunjuknya sebagai Official Internet Partner untuk memenuhi kebutuhan jaringan dan komunikasi data. Selain itu, HYPERNET sudah meluaskan perusahaannya di berbagai kota besardi Indonesia.

             Apa rahasia sukses HYPERNET sebagai bisnis keluarga? Pembagian tugas yang jelas! HYPERNET tumbuh dan berkembang di bawah naungan Sudianto Oei dan saudaranya Sudiono. Dalam bisnis ini, Sudianto Oei memegang jabatan CEO, sedangkan Sudiono menempati posisi Direktur Bidang Penjualan. Sebisa mungkin, keduanya tidak membawa masalah HYPERNET ketika mereka berkumpul di keluarga. Urusan bisnis ya bisnis! Ketika bersama keluarga mereka, ya, dinikmati betapa enaknya berkumpul bersama.

                Gampangnya, pulang kerja sampai rumah sudah tutup buku masalah bisnis. Begitu sebaliknya. Jika ada perselisihan pendapat dalam hal lain menyangkut keluarga, ketika sampai di perusahaan, sudah, tutup buku juga. Kebiasaan ini yang senantiasa dijaga dan terus dipraktikkan Sudianto Oei dan saudaranya agar bisa fokus mengembangkan dan membesarkan HYPERNET.


                Ingin bisnis keluarga Anda sukses? Isi meja rapat perusahaan dengan masalah bisnis Anda dan isi meja rapat keluarga Anda dengan masalahnya sendiri.

Ingin Anak Bebas Stres? Ajaklah Menari!


                Anak bisa stres! Kondisi ini tak hanya terjadi pada ibu rumah tangga yang setiap harinya berhadapan dengan hal yang sama dan tiada habisnya. Urusan sumur dan dapur seolah tiada jeda untuk membuatnya istirahat. Apalagi jika anaknya banyak dan masih kecil-kecil. Sang ayah turut stres juga. Pekerjaan di kantor/perusahaan karena tak kelar suka dibawa pulang kerumah untuk dikerjakan lagi. Alih sang ibu membantu, malah memarahi. Sang ayah tak terima, jadi memarahi kembali. Anak tahu langsung stres!

                Stres anak juga disebabkan karena banyak faktor,seperti ditolak temannya ketika ingin bersama, dikata-katain yang tidak baik, dan juga termasuk karena tuntutan orang tua serta guru agar dia mau belajar,belajar, dan belajar. Wajar jika ada anak pulang sekolah pun lemas, ingin tidur atau melakukan aktivitas lain yang menyenangkannya.

                Aktivitas lain ini, yang bisa membebaskan anak dari stres adalah dengan menari. Hal ini senada dengan hasil penelitian Jurnal Medicine and Science. Dengan menari, anak bebas menggerakkan tubuhnya. Tanpa tekanan. Hal inilah yang membuat anakmengendur stresnya. Feni Rose,presenter kondang di Indonesia,sejak kecil sudah menyukai dunia tari. Dengan menari selama 2 jam tanpa ada gangguan, begitulah caranya melepaskan penat dan stres yang dia hadapi. Hasilnya? Feni merasa nyaman dan lebih rileks.

                Anak yang stres, ajaklah menari. Bahkan bisa menjadi agenda rutin agar stres tidak menumpuk dan meledak suatu saat nanti. Memasukkan anak ke sekolah tari bisa diandalkan jika orang tua tak sempat dan tak bisa mengajarkannya. SHOC, Stefies House of Creativity yang didirikan Siera Ngangi membidik kesempatan ini. Dengan tenaga pengajar tari yang professional, disamping pengalaman Siera Ngangi dalam seni tari, anak-anak akan cepat menguasai.


                Anak stres? Obati dengan menari! Stres akan pergi.

Rabu, 15 Oktober 2014

Melihat Perkembangan Kota untuk Mengembangkan Bisnis


                Jakarta. Bisnis apa saja sepertinya akan sukses di Jakarta. Beberapa perusahaan besar juga muncul di kota ini. Bagaimana dengan Bondowoso? Bisnis apa yang sukses di sana? Selintas nampak bahwa kalau kota besar apalagi ibukota akan mudah sesorang mencapai kesuksesan bisnisnya, sedangkan kota kecil, tidak! Apakah benar demikian?

                Berkembangnya bisnis memang sangat tergantung kondisi wilayah dimana bisnis itu dibangun. Namun, bukan tergantung besar kecilnya kota, melainkan pada bagaimana kota itu berkembang. Hal ini bisa dilihat bagaimana perkembangan kota itu 10 tahun yang lalu dan 10 tahun ke depan. Kota yang berkembang bisa dilihat dari industri apa sajakah yang sudah ada di sana. Apakah merupakan industri yang diminati masyarakat? Kota yang berkembang juga bisa diamati dari kondisi pertransportasian di sana. Bagaimana mungkin bisnis akan melejit di sana jika transportasi di kota tersebut sulit?

                Perkembangan kota juga bisa dilihat bagaimana kondisi bisnis perhotelan di sana. Jika hotel menjamur dan banyak dikunjungi orang, maka bisnis lain bisa digiatkan di sana. HYPERNET juga melihat perihal ini mengingat sekarang banyak hotel menyediakan fasilitas wifi untuk konsumennya.

                Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan Sudianto Oei, CEO HYPERNET ketika membuka cabang baru perusahaannya selain di Jakarta.  Tak semudah dibayangkan. Survey perkembangan wilayah ini harus menjadi hal yang patut dipikirkan. Tidak bisa dielakkan begitu saja. Bisnis bukanlah kegiatan asal-asalan. Bisnis harus penuh perencanaan.

                Meskipun HYPERNET sudah punya nama di hati masyarakat, Sudianto Oei tetap melakukan cek dan ricek soal perkembangan kota yang akan dijadikan cabang baru bisnisnya. Melalui proses yang panjang, akhirnya HYPERNET bisa meluaskan bisnisnya di Bandung, Surabaya, Cirebon, Lampung, Denpasar, dan kota lainnya di seluruh Indonesia.


                Ingin mengembangkan bisnis lebih luas lagi? Ingat, data perkembangan kota sangatlah berarti. 

Selasa, 14 Oktober 2014

Montessori Menjawab Rasa Ingin Tahu Anak


                Pernahkah Anda sebagai orang tua kewalahan dengan pertanyaan anak Anda? Seolah apa yang ingin diketahuinya ada segudang banyaknya. Pernahkah Anda melihat keantusiasan anak melakukan sesuatu yang baru sampai-sampai timbul penasarannya jika belum selesai?

                Anak Anda hebat! Ketika anak berusia 2 tahun dan bisa berkata “apa”, jangan heran, setiap apa yang ditemuinya dia akan bertanya,”Ini apa?” Kemampuan berbahasa ini semakin melesat di usia-usia selanjutnya. Pun kecenderungannya terhadap benda-benda kecil juga mulai tampak di usianya 3 tahun. Motorik halus anak bisa diasah mulai usia ini sesuai dengan tumbuh kembangnya, seperti meronce, menggunting, melipat, dsb. Dan biasanya anak ketagihan, sampai-sampai tirai jendela juga digunting. Sedangkan anak usia 4-6 tahun memiliki kecenderungan mulai menyukai menulis dan membaca. Kertas habis dicoret dan digambari, koran dan buku lahap dibaca ala komat-kamit anak sebisanya. Anak sedang bercerita. Atau, anak asyik bertanya,”Ini bacanya apa?”

                Bayangkan jika setiap hari orang tua atau guru menghadirkan sesuatu yang baru di hadapan anaknya. Pasti akan menarik dan rasa ingin tahunya tinggi. Metode Montessori menjawab rasa ingin tahu anak yang besar ini. Melihat orang dewasa bisa mengancingkan baju, anak pun ingin mencobanya. Menyaksikan sedotan dan tali panjang di hadapannya, anak pun serta merta langsung memainkannya. Ketika ada kertas warna warni, anak pun tak bisa diam untuk meraba, melipat, bahkan meremas-remasnya. Mengamati bagaimana orang tuanya meletakkan sandal di raknya pun, anak bisa menirukannya. Anak belajar banyak hal.

                Tentunya, apa yang sudah dilakukan orang tua ini tidak terhenti begitu saja manakala orang tua memasukkan anaknya ke TK. Sebisa mungkin ada sinergi yang berkesinambungan antara orang tua dan TK anaknya. Memilih TK dengan metode Montessori salah satunya. Siera Ngangi menyadari kebutuhan orang tua akan hal ini untuk menjawab rasa ingin tahu anak yang tinggi. Dengan mendirikan KiwiKids Preschool & Kindergarten, berharap bisa memberikan sumbang sih yang tinggi untuk pendidikan anak usia dini.


                Rasa ingin tahu anak, bukanlah menandakan keterbelakangan anak. Orang tua atau guru yang jengkel melayani anak yang ingin banyak tahu, sungguh akan mematikan kecerdasan anak. Sinapsnya tak lagi tersambung karena setiap memenuhi rasa ingin tahunya, ada larangan keras dari orang tua atau gurunya. Montessori mengerti kebutuhan anak. Rasa ingin tahu anak akan terfasilitasi. Yang berada di Bekasi, KiwiKids Preschool & Kindergarten bisa sebagai solusi.

Banjirnya Kecil, Hikmahnya Besar

               
Ketika air hujan membanjiri rumah, Qowiyy sebesar ini
              Kehadiran Qowiyy dalam rumah tangga saya memang memberi kebahagiaan. Namun, dibalik semua itu ada kesedihan yang mendalam juga saya rasakan. Ketika Qowiyy berusia 3 bulan terpaksa harus berpisah dengan ayahnya. Ayahnya ke Depok menjalani pekerjaan baru sebagai PNS. Mau nyusul, tapi harus nunggu cukup uang sakunya ke sana. Suami belum digaji. Banting tulang dengan mengisi training sana sisi, syukurlah saya dan Qowiyy akhirnya bisa sampai di Depok.

                Selama 3 bulan Qowiyy tak mendengarkan dongeng dan kidung dari ayahnya. Sebenarnya inilah yang membuat saya sedih. Dan tambah sedih lagi,ketika sampai di Depok, terdengar kabar bahwa suami harus prajab selama 2 minggu. Kondisi kontrakan itu sangat tidak menyenangkan. Setiap hari aku tutup jendela dan tirainya karena di depan kontrakan sering ada anak muda mabuk-mabukan. Dan tiap hari pula aku setel murottal kenceng-kenceng. Belum lagi sebelah kontrakan tepat suka banget nyetel musik keras-keras. Saingan deh!

                Dua minggu itu berjalan sangat lambat dan lama. Dan yang pasti repot sendiri, meski tak serepot sekarang. Bermain sendiri bersama Qowiyy di rumah. Bete karena tak ada kegiatan luar yang bisa membuat waktu berjalan cepat. Selain itu juga ngeri. Belakang kontrakan banyak pohon bambu dan sungai Ciliwung. Saat itu musim penghujan. Kalau angin kencang mengerikan. Berdua sama Qowiyy di kamar dari jelang ashar sampai subuh tiba. Kalau saya mau mandi, Qowiyy yang sudah bisa guling-guling itu dipagari dua bantal.

                Hingga hujan deras itu menyapa malam-malam. Aliran sungai Ciliwung terdengar deras. Saya memeluk Qowiyy biar hangat. Malam terakhir menanti ayahnya pulang keesokan harinya. Tak sabar rasanya malam berlalu dan kami bersama mendidik dan mengasuh Qowiyy. Namun, malam itu benar-benar menguras tenaga saya. Untung, saya membuka pintu kamar dan hendak ke kamar mandi. Air sudah mengalir ke dalam rumah dari pintu belakang. Saya buru-buru mengamankan barang-barang di kamar. Khawatir banjir. Maklum belum punya almari. Semua baju ada di kardus dan semuanya ditaruh di lantai. Saya angkat kardus-kardus itu ke kasur cepat-cepat. Keringat mulai berkucuran. Air semakin mendekati kamar. Qowiyy terbangun dan menangis. Tapi isi rumah juga harus diselamatkan.

                Saya hampir putus asa. Air sudah masuk ke kamar dan ruang tamu. Saya tak tahu bagaimana menghentikan laju air dan banyaknya. Untunglah saya ingat sesuatu. Ya! Lubang air di teras belakang. Saya lupa telah menutupnya dengan ember berisi air karena sorenya keluar tikus besar dari lubang itu dan berkeliaran di dalam rumah. Hi! Ngeri dan menjijikkan.

                Seketika saya menuju teras belakang yang gelap. Saya angkat embernya. Qowiyy meronta-ronta saya biarkan saja. Saya pun langsung membersihkan air yang sudah terlanjur masuk ke dalam rumah. Memeras kain pel sampai berkali sambil terus menghibur Qowiyy yang masih menangis. Ada sekitar 1 jam lebih saya membersihkan rumah. Benar-benar tak bisa meninggalkan si kecil khawatir kotornya rumah malah jadi biang penyakit. Keringat menetes di mana-mana. Baju sudah ikut basah. Air mata pun takkuasa dibendung. Saya menangis. Berharap suami bisa pulang malam itu juga.

                Pukul 22.00 rumah sudah bersih. Saya lihat Qowiyy dia rupanya tertidur sendiri. Dia lelah menangis. Saya pandangi wajahnya tambah membuat saya tak bisa memejamkan mata walaupun sebenarnya saya juga sangat lelah. Saya merenungi kejadian yang baru saja terjadi. Betapa semuanya indah. Menjadi ibu 2 minggu tanpa suami mendidik dan mengasuh anak memang melelahkan. Namun, bahagianya lebih besar. Berjuang yang terbaik untuk anak ketika sendirian makin menyadarkan diri betapa beruntungnya bisa menjadi ibu. Sekaligus mengajarkan kepada anak begitulah hidup sesungguhnya. Ya, bersyukur dengan keadaan yang ada. Untung ya bukan banjir betulan yang besar! 

Senin, 13 Oktober 2014

Please, Jangan Pecat Saya!


                Bekerja sebagai pegawai memang hanya ada dua kata, “naik pangkat” atau “dipecat”! Kalau berhasil naik pangkat, enak. Kalau dipecat? Siapa yang mau. Namun, kasus pegawai dipecat juga tak jarang terjadi. Biasanya dikarenakan banyak faktor. Ada yang memang karena perusahaan sudah tidak membutuhkan pegawai tersebut, namun ada juga karena perusahaan menilai pegawainya kurang maksimal bekerja.

              Beberapa diantaranya yang menjadi penyebab pegawai dipecat adalah kurang motivasinya pegawai untuk berubah. Keterlambatannya setiap datang waktu kerja misalnya. Sudah diingatkan berkali-kali bahkan turun Surat Peringatan 1, masih saja bebal. Atau karena pegawai mangkir dari tugas dan susah diharapkan profesionalitasnya dalam memenuhi ekspektasi perusahaan. Sudah dibimbing berkali-kali,hasilnya nihil.

                Padahal kualitas perusahaan terletak pada kualitas dan profesionalitas pegawainya. Yang namanya professional itu, ya cocok dengan bidangnya lagi mumpuni. Siap melayani dengan segenap tenaga dan hati. Bukan ngomel-ngomel kalau ada klien komplain atau customer meminta penjelasan itu dan ini.

            Jangan sampai lah seperti itu terjadi. HYPERNET, sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang jaringan internet sangat memperhatikan faktor pegawai ini. Sudianto Oei, pimpinan perusahaan ini, dengan seleksi pegawai yang ketat, faktanya berhasil membawa perusahaan terkenal. Bahkan layanan HYPERNET menjangkau daerah terpencil sekalipun.

                Sebagai penyedia jaringan internet dan komunikasi data, tentunya yang paling diunggulkan dari HYPERNET adalah kecepatan akses dan kestabilan layanan. Selain itu, jika ada gangguan jaringan, HYPERNET juga harus siap melayani 24 jam non stop. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa dalam mempekerjakan staf, HYPERNET benar-benar memilih yang professional.

          Berbagai pelatihan dan proses sertifikasi taraf internasional diberlakukan kepada staf-staf HYPERNET sehingga kualitas SDM nya tak diragukan lagi. Tak salah hingga akhirnya HYPERNET mampu menyediakan layanan Customer Service selama 24 jam dan 7 hari dalam seminggu baik On Call Service maupun On Site Service.


                Pegawai yang pas dan mau belajar adalah kunci kesuksesan perusahaan. Pegawai yang membuat atasan mengelus dada karena sering mangkir, memang selayaknya ditindak tegas. Pimpinan perusahaan harus berani dan tidak usah takut lagi ketika pegawainya berkata,”Please,jangan pecat saya!” Jika memang susah diup grade, mau apa lagi?

Hore, Aku Bisa Makan Sendiri!


                Seorang anak balita perempuan sedang asyik memainkan sepedanya di depan rumah. Berputar mengayuh sepedanya asyik sekali. Ibunya tampak kesal. Dalam waktu lama, sepiring nasi yang dibawanya belum juga habis. Anak perempuannya tak menggubris teriakannya untuk berhenti sebentar. Sang ibu jengkel karena anaknya disuruh makan sendiri tidak mau, tapi disuapi juga makin menikmati bermain sepedanya. Berhasil menyuapi sesendok, namun lama untuk sesendok berikutnya. Menghabiskan waktu lama.

                Anda pernah mengalami anak balita Anda seperti ini? Anda perlu berhati-hati. Itu salah satu tanda anak tidak mandiri. Apakah Anda juga masih memakaikan baju dan sepatu anak ketika akan berangkat sekolah padahal sudah kelas 1 SD? Waspada, karakter mandiri belum tumbuh di jiwa anak Anda.

                Yah, mandiri itu wajib dipunyai oleh setiap orang, terutama untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Tak terkecuali anak-anak. Seiring dengan jenjang usianya ada beberapa hal yang memang menuntut anak bisa mandiri, seperti makan, mandi, pakai baju, sikat gigi, cuci tangan, bahkan mengembalikan piring selepas makan. Ini adalah ketrampilan hidup yang patut anak dilatih untuk menguasai.

                Metode Montessori bisa dijadikan pilihan untuk melatih anak mandiri dengan tetap meilbatkan pengaktifan sensorik motorik anak. Ketika anak belajar mengancingkan baju sendiri, misalnya. Aktivitas dia memasukkan kancing ke lubangnya bisa memperkuat motorik anak. Saraf sensoriknya juga bekerja anak memegang kancing. Bagaimana tekstur kancingnya, bentuknya, dsb.

                Mandiri memang karakter harapan orang tua terhadap anaknya. Sebagian besar orang tua pun memilihkan lembaga pendidikan yang bisa menumbuhkan karakter ini. Sekarang banyak bermunculan TK yang menerapkan metode ini dan menjadi incaran orang tua. Salah satunya adalah KiwiKids Preschool & Kindergarten yang terletak di Bekasi. Stefie Siera Ngangi, pendiri TK ini sangat menyukai dunia anak-anak. Di usianya yang masih 18 tahun sudah menggeluti dunia bisnis juga berkat karakter kemandiriannya yang patut diacungi jempol. Dengan metode Montessori yang diterapkan di TK nya tersebut, selalu terpatri harapan bahwa anak Indonesia mampu mandiri sehingga di masa mendatang mereka bagaikan pejuang. Tak mudah menengadahkan tangan, pun bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.


                Anak minta disuapi ketika waktunya makan? Ehm, tidak lagi! Anak sudah pandai berkata,”Hore, aku bisa makan sendiri!”

Jumat, 10 Oktober 2014

TNI Harus Melek Dunia Cyber


                TNI baru saja merayakan hari ulang tahunnya yang ke-69. Hiruk pikuk perayaannya terasa di berbagai penjuru nusantara. Di Palangkaraya meski kabut asap menyelimuti, perayaan HUT TNI tetap berlangsung meriah. Di Surabaya tak ketinggalan hebohnya. Acara yang dipusatkan di Mako Amaritim, 7 Oktober 2014 lalu benar-benar meriah. Parade ratusan pesawat tempur dan kegagahan prajurit TNI tampil dengan sangat memukau. Hypernet bahkan ditunjuk langsung sebagai official internet partner dalam acara tersebut.

                Bicara soal Hypernet tentu pikiran kita langsung tertuju kepada internet. Kalau bicara soal internet maka begitulah dunia cyber. Sekarang, serba maya saja bisa. Mau jualan lewat dunia maya oke. Mau cari jodoh, bahkan juga bisa. Mau menyebarkan informasi terbaru entah itu baik atau buruk juga gampang-gampang saja. Dunia maya memberikan kemudahan dalam banyak hal. Namun, dunia cyber yang maya ini juga menyimpan kekhawatiran. Perang juga bisa dilancarkan lewat dunia maya ini. Cyber war menjadi tantangan baru TNI masa kini dan mendatang.

                Sudah saatnya TNI tidak hanya fokus pada perang konvensional serta pengamanan territorial negara dengan cara yang sama dengan sebelumnya. Cyber war sangat bisa mengancam keberadaan negara Indonesia. Perang ideologi, ekonomi, sosial, dsb bisa menjadi fokus untuk melumpuhkan kekuatan bangsa dan diangkat dalam dunia cyber. Nuning, anggota Komisi 1 DPR juga menegaskan kembali soal cyber war ini.


                Ke depan, TNI harus waspada terhadap ancaman ini. Anggota TNI meski professional juga dalam masalah percyberan ini. Melek internet  tak bisa ditolerir lagi. Hypernet dengan pimpinannya Sudianto Oei, bisa menjadi sarana yang pas untuk internet cepat anti lelet, hingga perkembangan dunia cyber cepat diupdate TNI. 

Anak Disiplin dengan Menari

Menari itu keteraturan

                Kepedulian Stefie Siera Ngangi terhadap dunia tari memang bukan tanpa alasan. Selain karena minat dan kesenangan, menari ternyata mempunyai banyak manfaat. Karakter positif mendasar bahkan bisa ditumbuhkan dengan menari.

                Disiplin misalnya. Lha kok bisa? Dengan menari, anak berkonsentrasi menyesuaikan gerakan tubuhnya dengan irama musik. Semakin diasah semakin mudah mengenali pola dan ritme. Inilah modal hidup disiplin. Disiplin identik dengan hidup teratur dengan pola yang sudah ada. Anak sangat butuh karakter ini untuk kesuksesan hidupnya. Ketika akan masuk sekolah, misalnya. Minimal anak sudah terbiasa bangun pagi, lantas menyiapkan diri mulai dari mandi, beberes kamar, makan, dan perlengkapan sekolahnya. Diatur waktunya sedemikian hingga tidak terlambat ke sekolah.

                Disiplin juga terkait bagaimana seorang anak mudah untuk taat kepada aturan. Sekali lagi, menari bisa mengajak anak memiliki kemampuan ini. Menari mengandung unsur pakem yang wajib diikuti. Bagaimana menari bisa menjadi gerak fisik yang artistik dan enak untuk dinikmati karena adanya kesesuaian gerak tadi dengan ritme musik yang mengiringi. Ketika anak mengerti dan taat kepada aturan, anak tidak akan berbuat ulah dan bisa berinteraksi baik dengan orang lain.

             Sekarang, sudah banyak sekolah tari. Salah satunya adalah yang didirikan Siera Ngangi, perempuan muda yang disiplin dan meraih kesuksesannya dari seni tari ini. Mendaftarkan anak di Stefie’s House of Creativities (SHOC) yang dikelolanya bisa kapan saja. Ide munculnya sekolah ini awalnya karena Siera Ngangi ingin peduli kepada anak-anak yang memiliki bakat khusus ini. Namun, SHOC bisa menerima anak yang sebelumnya belum bisa menari dan ingin belajar menari.


            Menari untuk anak ada banyak manfaatnya. Tak hanya tubuh sehat, kedisiplinan anak pun semakin meningkat. Yuk, ajari anak menari!

Kamis, 09 Oktober 2014

Nikah Tanpa Ijab Qobul Tidak Sah Lho!


                Sekarang ini bulan Dzulhijjah. Biasanya, sesuai kebiasaan orang Indonesia, banyak orang tua menyelenggarakan pesta pernikahan anaknya di bulan ini. Bulan berkah, katanya. Setahun yang lalu, KUA Cilandak Jakarta Selatan mencatat bahwa pernikahan yang berlangsung di bulan ini mencapai 2 kali lipat daripada bulan-bulan lainnya. Di Lumajang, tercatat ada 2000 pasangan melangsungkan pernikahannya di tahun 2013 yang lalu.

              Menikah memang membahagiakan. Bahagia bagi pasangan, pun bagi orang tua. Saking bahagianya, proses pernikahan dipersiapkan dengan matang dan tak ketinggalan adalah pesta pernikahannya. Tentunya, untuk pesta pernikahan ini membutuhkan uang. Ya, yang namanya jodoh kadang datang tidak terduga. Tak jarang juga yang akhirnya segera menikah begitu calon sudah ada. Wah, mendadak dong! Bagaimana dengan keuangannya?

                Menikah itu sederhana. Tanpa pesta pernikahan pun pasangan yang sudah siap bisa menikah dan sah menjadi suami istri. Cukup ijab qobul saja. Tak perlu repot-repot. Namun, wujud kegembiraan memang biasanya dengan mengadakan pesta pernikahan tersebut. Nah, soal hitungan kebutuhannya ini yang menjadi persoalan.

              Sebisa mungkin, menurut Rina Dewi Lina, anggaran pesta pernikahan disesuaikan dengan keuangan yang ada. Jangan sampai berutang. Mengundang keluarga terdekat dan tetangga bisa menjadi solusinya. Pesta pernikahan dibuat tidak terlalu mewah jika memang dana tak mencukupi. Pasangan muda malah harus fokus kepada kehidupan setelah menikah. Konsultan keuangan sekaligus dosen ini mengingatkan, bahwa dana kebutuhan pasca menikah justru lebih banyak, seperti untuk tempat tinggal, kebutuhan sehari-hari semisal istri akhirnya memutuskan tidak bekerja. Apalagi jika ternyata istri cepat hamil. Kebutuhan melahirkan kelak juga perlu mendapat perhatian. 


           Nikah tanpa ijab qobul tidak sah, lho!. Namun, tidaklah mengapa nikah tanpa pesta pernikahan yang mewah. 

Rambu-rambu Membeli Mobil


                Cobalah berkeliling sebuah perumahan yang terdekat dengan rumah Anda! Atau bisa juga perumahan tempat Anda tinggal. Amati di bagian depan rumah perumahan tersebut. Banyakkah yang memiliiki mobil sendiri? Di perumahan saya saja, dari 60 kepala keluarga ada separuhnya yang memiliki mobil. Rata-rata atau sebagian besar pasti punya mobil entah itu beli tunai atau kredit.

                Jika membeli tunai, enaknya tidak kepikiran bagaimana tiap bulan harus mencicilnya. Namun, memang dibutuhkan dana besar di awalnya. Bagi yang berkecukupan boleh-boleh saja. Bagi yang tidak cukup dana, akankah dipaksa membeli mobil?

                Membeli mobil tetap harus mempertimbangkan banyak hal. Wawancara dengan seorang konsultan keuangan berpengalaman, Rina Dewi Lina, mengingatkan bahwa membeli mobil tidak bisa asal membeli apalagi yang kredit. Pastikan membeli mobil memang karena butuh. Mobil menjadi sarana mobilitas yang nyaman dan memperlancar kegiatan yang dilakukan seseorang. Mobil bisa meningkatkan produktivitas. Jika hanya untuk pamer dan gengsi-gengsian, lebih baik tidak usah membeli mobil. Kredit mobil tidak selamanya buruk meski ada yang beranggapan bahwa ketika membeli mobil itu sia-sia. Pasalnya ketika beberapa tahun lagi mobil dijual, harga jualnya turun dari pertama kali dibeli. Tak masalah. Toh, penggunanya sudah mendapatkan manfaat dari mobil yang dipunya.

                Rambu berikutnya jika harus membeli mobil apalagi kredit, cermati berapa harga, uang muka, cicilan per bulannya, dan lama cicilannya. Cocokkan dengan kemampuan keuangan. Jika faktanya ternyata tidak ada kemampuan mencicil, maka jangan berani-berani mengambil kredit mobil. Kalau kredit saja tidak bisa, apalagi membeli tunai.

                Namun, banyak orang nekat kini. Hanya demi mobil merk Nissan 370, seorang lelaki bernama Mark Parisi yang berasal dari Amerika Serikat ini, maaf, awal bulan ini justru nekat akan menghilangkan testisnya. Apakah Mark sakit? Tidak. Testis tersebut akan dijual akan kepada seorang ilmuwan seharga 424,3 juta rupiah dan uang hasil penjualannya akan dibelikan mobil impiannya.

                Irma Rahmayanti, seorang karyawati seuah kantor juga nekat mencuri uang bosnya di Jakarta hanya karena ngebet ingin membeli mobil. Kerugikan bosnya mencapai 426 juta rupiah. Irma yang tinggal di Depok ini pun ditangkap polisi karena perbuatannya.

                Ngeri, bukan? Membeli mobil musti lihat-lihat kemampuan. Perhitungkan dengan cermat manfaat dan kondisi keuangan yang ada. Curhat dengan konsultan keuangan akan membuka wacana dan solusi, kapan seseorang layak membeli mobil tanpa harus nekat seperti orang gila.


                Membeli mobil? Cek rambu-rambunya! Jangan sampai peluit polisi terdengar di telinga Anda!

Senin, 06 Oktober 2014

Menabung Sajalah! Tak Usah Investasi!


                       “Tabungan saja tak cukup untuk meraih masa depan yang lebih baik.”

                Begitulah menurut Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia. Menurutnya, masyarakat Indonesia masih senang memilih menabung daripada investasi. Padahal investasi khususnya investasi saham di pasar modal bisa hanya dengan membayar 100 ribu saja.

                Namun, ada kisah menarik soal menabung ini. Sutiman, seorang satpam yang bergaji UMK memang kehidupannya serba pas-pasan. Gajinya hanya cukup untuk makan dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Namun, siapa sangka, istrinya malah bisa menyisihkan gaji suaminya hingga selama 5 tahun usia pernikahan mereka sebanyak 10 juta. Menggunakan uang tabungan ini, Sutiman pun bisa membeli rumah sendiri meski tidak berukuran besar meski harus mencicil lagi selanjutnya. Tapi, senanglah karena uang habis buat nyicil rumah tapi sudah milik sendiri.

                Ya, memang menabung itu masalah kemauan. Bukan tergantung kemampuan financial. Menurut data tahun 2010 yang dilakukan Bank Indonesia, didapatkan 62% rumah tangga di Indonesia tidak memiliki tabungan sama sekali. Di tahun 2013, prosentase masyarakat Indonesia mau menabung hanya 39% saja. Yang menjadi penyebabnya adalah gaya hidup konsumtif dan pemahaman yang kurang dari masyarakat itu sendiri. Asal perut kenyang dan bisa tidur tenang hari itu, cukup!

                Hal ini sejalan dengan apa yang pernah diungkap oleh Rina Dewi Lina, COO PT. Fokus Finansial. Bahwa edukasi tentang hal-hal terkait keuangan memang musti terus digalakkan mengingat gaya hidup masyarakat masih seperti ini. Termasuk masalah menabung ini. Berkonsultasi dengannya atau membaca tulisan-tulisannya terkait keuangan di www.rinadl.com sangat bisa memberi tambahan wawasan untuk bisa dipraktikkan sehari-hari.


                Menabung sajalah dulu! Ya, bagaimana mau investasi kalau budaya menabung saja belum menjadi kebiasaan kini?